
Demam Berdarah Dengue atau dikenal DBD, sebagian besar masyarakat sudah kenal atau familiar dengan penyakit ini. Yaa, DBD adalah penyakit menular yang disebarkan atau ditularkan oleh nyamuk rumahan, yang dikenal Aedes aegyptii. Kasus DBD ini termasuk penyakit berbasis lingkungan yang pencegahannya harus melibatkan masyarakat secara luas. Jadi, tidak bisa hanya sepihak yang diandalkan dalam pencegahan dan penanggulangan DBD.
Bagaimana DBD dapat ditularkan antar manusia?
Penyebab sakit DBD adalah virus dengue, dimana penularannya antar manusia melalui nyamuk. Siklus penularannya secara garis besar yaitu manusia à nyamuk à manusia à dst. Mengapa demikian? Jadi virus dengue melakukan replikasi (istilah berkembang biak untuk virus) di usus tengah nyamuk, kemudian menyebar ke kelenjar liur nyamuk setelah 8-10 hari, lalu masuk ke tubuh manusia saat nyamuk menggigit, menginfeksi sel tubuh manusia dan menyebabkan gejala DBD (Demam Berdarah Dengue).
Secara mudahnya diilustrasikan seperti ini “Apabila ada seseorang yang sakit DBD pasti di dalam tubuhnya mengandung Virus Dengue, kemudian ada nyamuk Aedes aegyptii menggigit orang yang sakit DBD tersebut, artinya nyamuk itu telah menjadi infektif (menghisap Virus Dengue ke tubuh nyamuk), dan apabila nyamuk infektif itu menggigit orang lain yang sehat, bisa jadi orang lain tersebut berpeluang sakit DBD.
