Judul Berita

Sick children wait to see doctor illustration

Demam Berdarah Dengue atau dikenal DBD, sebagian besar masyarakat sudah kenal atau familiar dengan penyakit ini. Yaa, DBD adalah penyakit menular yang disebarkan atau ditularkan oleh nyamuk rumahan, yang dikenal Aedes aegyptii. Kasus DBD ini termasuk penyakit berbasis lingkungan yang pencegahannya harus melibatkan masyarakat secara luas. Jadi, tidak bisa hanya sepihak yang diandalkan dalam pencegahan dan penanggulangan DBD.

Bagaimana DBD dapat ditularkan antar manusia?

Penyebab sakit DBD adalah virus dengue, dimana penularannya antar manusia melalui nyamuk. Siklus penularannya secara garis besar yaitu manusia à nyamuk à manusia à dst. Mengapa demikian? Jadi virus dengue melakukan replikasi (istilah berkembang biak untuk virus) di usus tengah nyamuk, kemudian menyebar ke kelenjar liur nyamuk setelah 8-10 hari, lalu masuk ke tubuh manusia saat nyamuk menggigit, menginfeksi sel tubuh manusia dan menyebabkan gejala DBD (Demam Berdarah Dengue).

Secara mudahnya diilustrasikan seperti ini “Apabila ada seseorang yang sakit DBD pasti di dalam tubuhnya mengandung Virus Dengue, kemudian ada nyamuk Aedes aegyptii menggigit orang yang sakit DBD tersebut, artinya nyamuk itu telah menjadi infektif (menghisap Virus Dengue ke tubuh nyamuk), dan apabila nyamuk infektif itu menggigit orang lain yang sehat, bisa jadi orang lain tersebut berpeluang sakit DBD.

Jadi dalam hal ini, apa yang dapat kita cegah untuk menghindari penyakit DBD?

Penanggulangan DBD yang wajib dilakukan tiap individu di rumah adalah dengan membatasi ruang lingkup nyamuk dalam berkembang biak. Serta menghindari diri dari gigitan nyamuk Aedes aegyptii.

Bagaiamana cara membatasi ruang lingkup nyamuk dalam berkembang biak?

Pertama kita harus mengenal dahulu siklus hidup nyamuk, jadi nyamuk merupakan makhluk hidup yang melakukan metamorfosis (berubah bentuk, struktur, dan tubuh setiap fase kehidupan dari muda hingga dewasa). Jadi siklus hidup nyamuk yaitu dimulai dari telur à larva atau yang kita kenal jentik atau uget-uget à pupa (pada fase ini bentuk mirip kepompong kecil dan sudah tidak butuh makan) à nyamuk.

Dari fase kehidupan tersebut fase paling mudah untuk kita lakukan intervensi dan pemusnahan yaitu pada fase larva atau jentik. Yaa, kalau yang familiar kita menyebut Jumantik (Juru Pemantau Jentik), yaitu seseorang yang peduli dan memantau perindukan nyamuk untuk kemudian dibasmi.